Minggu, 03 Desember 2017

NU Ngadirejo Giatkan Kembali Tradisi Nyekar Jelang Ramadhan

Karanganyar, IPNU Tegal. Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Ngadirejo, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, menggiatkan kembali tradisi nyekar ke makam kakek-nenek, orang-tua, dan saudara. Hal ini dilakukan berdasarkan imbauan dari Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Mojogedang yang menegaskan agar tradisi-tradisi baik menjelang Ramadhan dilakukan kembali.

NU Ngadirejo Giatkan Kembali Tradisi Nyekar Jelang Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Ngadirejo Giatkan Kembali Tradisi Nyekar Jelang Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Ngadirejo Giatkan Kembali Tradisi Nyekar Jelang Ramadhan

Wati, salah satu warga Ngadirejo, mengatakan, awalnya tradisi nyekar sudah ada di desanya namun sempat terhenti beberapa tahun setelah ada seseorang yang mengatakan bahwa tradisi ini tidak boleh dilakukan.

“Masih ada beberapa yang melakukan namun dengan tata cara yang kurang sesuai misalnya dengan membawa makanan ke makam lalu makanan tersebut dibagi-bagi dan diletakkan pada masing-masing makam keluarga dan terkadang makanan tersebut lalu dibuang. Jadi hemat kami itu adalah bentuk pemubadziran,” ungkapnya kepada IPNU Tegal usai nyekar, Ahad (15/6).

IPNU Tegal

Momen Kebersamaan

IPNU Tegal

Lebih lanjut Wati menyatakan bahwa acara nyekar tahun ini berbeda. Dengan bimbingan dari salah satu pengurus Ranting NU Ngadirejo nuansa kebersamaan dan inti dari nyekar tersebut lebih mengena.

“Acara dimulai dari bakda maghrib. Jadi para warga berkumpul di masjid dengan membawa bunga yang ditaruh dalam air serta membawa makanan untuk dibagikan kepada anak-anak kecil serta tetangga yang tidak membawa makanan. Setelah itu pengurus ranting NU mulai memimpin pembacaan yasin serta tahlil dan dilanjutkan dengan tausyiah yang isinya adalah penjelasan dari makna dan tujuan tradisi tersebut,” imbuhnya.

Usai acara ini, lanjutnya, pagi harinya para warga mulai dari anak kecil hingga orang tua kembali berkumpul di masjid untuk kemudian berjalan bersama-sama ke makam. Memang semua dianjurkan untuk tidak membawa motor kecuali bagi yang udzur misal sudah sangat tua. Hal ini dimaksudkan agar tercipta rasa kebersamaan dan keakraban. Pasalnya, semenjak banyak warga yang memiliki motor sudah tidak ada lagi momen yang bisa membuat warga berjalan bersama-sama.

Sesampainya di kompleks makam para warga kemudian duduk untuk mendengarkan pengarahan dari pengurus Ranting NU tentang tata cara nyekar sebagaimana tata cara berziarah. Dilanjut  membaca tahlil dan tak lupa membacakan satu persatu nama ahli kubur dari masing-masing keluarga yang sudah ditulis. Barulah kemudian warga menuju makam keluarga untuk nyekar atau menaburkan sekar (bunga).

Dengan adanya pengarahan dari Ranting NU seperti ini, warga tampak sangat antusias karena tradisi yang hampir punah ini bisa dilanjutkan lagi. Warga pun sekarang sudah bisa membedakan tata cara nyekar atau ziarah yang tidak diperbolehan dan nyekar yang dianjurkan. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Internasional, Nahdlatul Ulama IPNU Tegal

PonPes Darussalam Jatibarang. NU Ngadirejo Giatkan Kembali Tradisi Nyekar Jelang Ramadhan di PonPes Darussalam Jatibarang ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock