Minggu, 11 Maret 2018

Bupati Brebes Minta Haji Jadi Teladan Masyarakat

Brebes, IPNU Tegal. Meski mengalami keterlambatan akibat delay pesawat di Bandara King Abdul Azis Mekah, jamaah haji dari Kabupaten Brebes pulang ke kampung halamannya dengan selamat. Mereka tiba di Islamic Center Brebes terlambat lima jam dari waktu yang dijadwalkan semula.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE menyambut kedatangan haji kelompok terbang (Kloter) pertama di Islamic Center Sabtu dinihari (11/10). Idza mengaku sangat gembira karena tidak ada permasalahan yang menimpa jamaah haji Brebes. Sehingga semuanya dalam keadaan sehat walafiat. Dia berharap, para jamaah haji menjadi haji yang mabrur dan mabrurah.

Bupati Brebes Minta Haji Jadi Teladan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Brebes Minta Haji Jadi Teladan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Brebes Minta Haji Jadi Teladan Masyarakat

Selain itu, ia meminta mereka agar mampu menjadi contoh tauladan di masyarakat. “Gelar haji menjadi barometer akhlak dan tabiat di masyarakat,” katanya. Dengan tauladan yang telah dicontohkan para jamaah haji Brebes, mudah-mudahan Brebes semakin maju dan sejahtera dibawah naungan dan ridlo dari Allah SWT.

IPNU Tegal

Bupati juga menyambut kedatangan kloter 2 dan 3 di dampingi Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (Kasi Garahaju) Kementerian Agama (Kemenag) Kab Brebes Drs H Syauqi Wijaya. Kloter 1 sejumlah 363 jamaah tiba di Islamic Center Brebes Sabtu (11/10) pukul 00.30 dini hari dengan menggunakan 9 bus dan 1 bus cadangan.

IPNU Tegal

Sementara kloter kedua yang berjumlah 366 calon haji tiba di Islamic Sabtu (11/10) pukul 08.00 dengan menggunakan 9 bus dan 1 bus cadangan. Sedangkan kloter ketiga yang berjumlah 167 tiba di Islamic Sabtu (11/10) pukul 12.30 mengendarai 4 bus.

Terpisah, Kepala Kantor Kemenag Brebes Drs H Imam Hidayat yang melakukan penjemputan di Asrama Haji Donohudan Solo melaporkan jamaah yang berangkat sejak 30-31 Agustus lalu sudah menunaikan ritual haji dan kembali tiba di Donohudan dengan selamat. Mereka pulang ke Brebes dengan mengendarai 22 bus dan 2 bus cadangan.

Menurut Imam, secara umum kondisi jamaah haji Indonesia asal Brebes dalam keadaan baik, sehat walafiat. Namun demikian ada 2 orang suami istri dari Salem yang tertinggal tidak mengikuti jamaah asal Brebes, tetapi mengikuti kloter 16.

Sehingga, kata dia, yang sudah pulang saat ini baru 896 jamaah. Pada saat pemberangkatan, istrinya mengalami sakit maka suaminya turut mendampingi dan diberangkatkan mengikuti kloter 16, maka kepulangannya pun ikut juga kloter 16. “Yang bersangkutan memilih pulang tunda untuk menyempurnakan ibadahnya,” tandas Imam.

Salah seorang jamaah haji dari Kloter 1 H Moh Aqso MAg menjelaskan, jumlah jamaah haji dunia saat ini mengalami peningkatan yang luar biasa bila dibandingkan tahun lalu. Namun demikian jamaah haji Brebes yang berangkat lebih awal terasa diuntungkan karena telah melakukan ibadah masih dalam kondisi lengang.

“Meski padat, tapi pemberangkatan awal bagi jamaah Brebes sangat diuntungkan,” kata Aqso ketika di tanya Bupati sesampainya di Brebes. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pahlawan, Cerita, Halaqoh IPNU Tegal

Sabtu, 10 Maret 2018

Inilah 10 Karya Terbaik dalam Sayembara Logo Muktamar NU

Jakarta, IPNU Tegal. Ini nama peserta Sayembara Logo Muktamar NU yang masuk sepuluh besar. Muhammad Khoirul Umam dari Semarang (23 tahun), Agus Nasrudin dari Jogjakarta (20 tahun), Arif Setiarjo dari Tegal (31 tahun), Abdul Bastih dari Kudus (30 tahun), Agus Salim Toyyib dari Jakarta.

Berikutnya Ahmad Afandi dari Bantul (32), Moh Lutfhi dari Lamongan, Dodo Ardiles dari Grobogan (19 tahun), Zamzami Almakki (34 tahun), M Fadhil Ramadhani (27 tahun).

Inilah 10 Karya Terbaik dalam Sayembara Logo Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah 10 Karya Terbaik dalam Sayembara Logo Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah 10 Karya Terbaik dalam Sayembara Logo Muktamar NU

Dewan juri telah memilih dengan cara voting dalam rapat pleno yang dilakukan siang tadi di gedung PBNU, Kamis (5/3). Pleno langsung dipimpin oleh Ketua SC Muktamar NU dan sekaligus Ketua dewan juri H Slamet Effendi Yusuf. Anggota juri yang hadir adalah M Imam Aziz, Ilham Khoiri, Ahmad Mauladi, Savic Ali, Sadullah Affandy, dan Hamzah Sahal. Semantara itu Acep Zamzam Noor, dan Nukman Luthfie menilai karya melalui surat.

IPNU Tegal

Dewan juri menilai dalam beberapa tahap. Tahap pertama masing-masing dewan juri memilih 10 karya yang dianggap terbaik. Setelah terkumpul, panitia memilih 10 logo yang paling banyak dipilih dewan juri. 10 logo inilah yang diplenokan oleh dewan juri.

Ketua Panitia Muktamar M Imam Aziz menjamin semua proses penjurian obyektif.

IPNU Tegal

"Semua anggota dewan juri tidak mengetahui nama-nama peserta karena hingga penentuan pemenang, panitia hanya menyertakan angka dalam karya masing-masing. Panitia menjamin sayembara logo ini sangat obyektif," tegas M Imam Aziz yang juga Ketua PBNU. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Habib, PonPes IPNU Tegal

Jumat, 09 Maret 2018

Gus Mus: Ulama Jangan Pamerkan Kemewahan

Semarang, IPNU Tegal. Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Musthofa Bisri (Gus Mus) berpesan agar para ulama mengikuti jejak Rasulullah SAW dalam berdakwah kepada masyarakat. Ulama hendaknya meresapi dan mengawali sendiri setiap petunjuk atau ajaran yang didakwahkan, termasuk ajaran hidup sederhana.

Gus Mus: Ulama Jangan Pamerkan Kemewahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Ulama Jangan Pamerkan Kemewahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Ulama Jangan Pamerkan Kemewahan

"Jangan sampai para ulama justru pamer kemewahan dan kekayaan, padahal agama mengajarkan untuk hidup sederhana. Ajaran-ajaran agama adalah ajaran yang Universal yang bukan hanya harus dilaksanakan oleh rakyat saja, tetapi juga oleh para ulama," tutur Gus Mus di hadapan ribuan hadirin di halaman Masjid Baitur Rahman Simpang Lima Semarang, Sabtu (30/6).

Menurut Gus Mus, para ulama hendaknya memiliki empati yang sangat tinggi terhadap keadaan masyarakat di sekitarnya. Para ulama harus meneladankan kehidupan yang sederhana, ramah dan santun.

IPNU Tegal

"Jangan sampai ada ulama mengajarkan kesantunan tetapi dia sangat garang. Jangan sampai ada ulama mengajarkan kesabaran tetapi dia sendiri amat rakus pada dunia," tandas Kyai asal Rembang ini.

?

Lebih lanjut Gus Mus juga berpesan, hendaknya selalu bersikap rendah hati dan tidak sombong. para ulama harus mengayomi dan mendamaikan rakyatnya.

IPNU Tegal

"Jangan sampai ada ulama bermanis-manis menyerukan perdamaian saat di hadapan publik, tetapi padahal sebenarnya ia adalah profokator," paparnya.

Redaktur : Syaifullah Amin

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Nahdlatul Ulama, Berita IPNU Tegal

Senin, 05 Maret 2018

Perluasan Kilang Balikpapan, Pemerintah Siapkan 5000 Pekerja Lokal Terampil

Jakarta, IPNU Tegal

Proyek perluasan kilang Balikpapan (Refinery Unit V) yang dikelola PT. Pertamina, diperkirakan membutuhkan 20.000 tenaga terampil. Pemenuhan tenaga terampil tersebut sebagian akan diprioritaskan dari pekerja lokal, yakni dari daerah Kalimantan Timur.

Perluasan Kilang Balikpapan, Pemerintah Siapkan 5000 Pekerja Lokal Terampil (Sumber Gambar : Nu Online)
Perluasan Kilang Balikpapan, Pemerintah Siapkan 5000 Pekerja Lokal Terampil (Sumber Gambar : Nu Online)

Perluasan Kilang Balikpapan, Pemerintah Siapkan 5000 Pekerja Lokal Terampil

Terkait dengan rencana pemenuhan tenaga kerja, beberapa petinggi PT Pertamina melakukan audiensi dengan Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri, Senin (20/11) kemarin.

"Kami sowan (silaturahim) ke Pak Menteri untuk menawarkan kerjasama pelatihan untuk  tenaga kerja lokal. Kebutuhan tenaga kerja terlatih sampai 20.000 orang, tapi sebagian akan dilatih dari tenaga kerja lokal sekitar 5000-7000 orang," kata Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia PT Pertamina, Ardhy N. Mokobombang.

Turut serta dalam rombongan audiensi adalah Vice President Refining Project Pertamina Ignatius Tallulembang, serta beberapa pejabat lainnya.

IPNU Tegal

Dijelaskannya, proyek perluasan kilang Balikpapan merupakan bagian dari program strategis meningkatkan kemandirian dan ketahanan energy nasional, baik peningkatan produksi BBM atau non BBM.

Kualitas produksi yang semula Euro 2 menjadi Euro 5. Proyek berdurasi 43 bulan ini akan menyerap tenaga kerja sedikitnya  20.000 orang. Saat kilang dioperasikan akan menyerap sekitar 2.500 orang pekerja.  

Rencananya, ground breaking mega proyek dengan investasi US$ 5 miliar ini akan  dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada Desember atau Januari nanti.

IPNU Tegal

Terkait dengan rencana kerjasama menyiapkan pelatihan tenaga kerja terampil, saat ini pihak sedang menyusun silabi pelatihan yang akan diterapkan pada lima Balai Latihan Kerja (BLK) di Kalimantan Timur. Atau di BLK lainnya sesuai kebutuhan pelatihan.

Dalam kesempatan tersebut, Menaker M Hanif Dhakiri menyatakan sangat mendukung adanya penyerapan tenaga kerja lokal dalam proyek tersebut.

“Selain mendukung kemandirian energi dan dunia industri, proyek ini akan menyerap ribuan pekerja lokal.  Pemerintah dan Pertamina akan menyiapkan pelatihan bagi tenaga kerjanya,” kata Menaker.   

Menaker berjanji, untuk keperluan pemenuhan tenaga kerja lokal tersebut, pihaknya akan segera membuat tim khusus (pertamina dan Kemnaker) untuk menyusun silabus, instruktur, dan peralatan yang dibutuhkan dalam proyek tersebut.  (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian, News, Meme Islam IPNU Tegal

Minggu, 04 Maret 2018

Pelajar NU Gelar Diskusi Publik "Spirit Kartini"

Cirebon, IPNU Tegal Sekitar tiga ratusan peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, aktifis, dan santri dari wilayah Cirebon dan sekitarnya menghadiri diskusi publik bertema “Spirit Kartini di Mata Perempuan Masa Kini”.

Acara yang merupakan hasil kerjasama Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) kabupaten Cirebon serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Al-Biruni ini digelar di Aula Kampus II STID Al-Biruni, Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jum’at (26/4).

Pelajar NU Gelar Diskusi Publik Spirit Kartini (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Gelar Diskusi Publik Spirit Kartini (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Gelar Diskusi Publik "Spirit Kartini"

Selain sebagai refleksi dari peringatan hari Kartini, acara ini juga bertujuan untuk turut mengkampanyekan kedaulatan perempuan di segala bidang, dalam arti perempuan memiliki hak dan potensi yang setara dengan laki-laki di bidang pendidikan, ekonomi, dan politik. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Wahyono, ketua PC. IPNU Kab. Cirebon.

IPNU Tegal

“Perempuan tidak boleh dipandang sebelah mata, perempuan harus sama-sama diberi hak untuk mengolah potensi baik di bidang ekonomi maupun politik, terlebih lagi di dalam bidang pendidikan,” jelas Wahyono.

Hal senada disampaikan Putri Hidayani, Ketua PC. IPPNU Kab. Cirebon. Menurutnya acara diskusi publik tentang peran perempuan ini penting untuk digelar, karena dapat dijadikan sebagai media untuk membangkitkan semangat Kartini dalam hal memaksimalkan peran perempuan di tengah masyarakat.

IPNU Tegal

Berkesempatan hadir sebagai salah satu pembicara dalam diskusi publik ini Dr. Siti Fatimah, M. Hum, dosen ISIF dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dia memaparkan bahwa perjuangan Kartini sampai sekarang masih perlu diteruskan, karena masih terdapat banyak perempuan yang menjadi objek dan korban kekerasan. Meminjam data dari Komnas HAM 2013, terdapat 8.315 korban kekerasan , termasuk didalamnya 1.085 korban dalam pacaran. 

“Data yang dijelaskan adalah data yang masuk, dan masih banyak lagi yang belum diketahui. Ini potret perjuangan Kartini di era dewasa ini, untuk menghapus kekerasan dan menjadi subjek bukan objek,” ungkap Siti Fatimah.

Ny. Hj. Masriyah Amva, pengasuh pondok pesantren Kebon Jambu menambahkan tentang realita perempuan yang masih ditemui di kalangan pesantren, perempuan masih cenderung dinilai lemah dan harus bergantung kepada laki-laki.

“Sebagai perempuan, penting untuk selalu bercermin kepada lelaki yang kuat, juga kepada wanita tangguh dalam kehidupan ini,” tegas perempuan yang biasa disapa Yu Mas tersebut.

Selain dua pembicara di atas, diskusi publik ini juga melibatkan pembicara dari dinas kebudayaan, pariwisata, pemuda, dan olah raga (Disbudparpora) Kab. Cirebon, H. Asdullah Anwar, MM.

Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan hari Kartini yang digelar oleh pelajar NU Cirebon setelah sebelumnya melakuakn aksi tebar bunga bagi para pengendara yang melintas di sepanjang jalan Plered Cirebon, Ahad lalu.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Khutbah, Ahlussunnah, Internasional IPNU Tegal

Sabtu, 03 Maret 2018

Syiir Tanpo Waton Hipnotis Puluhan Ribu Jamaah

Jombang, IPNU Tegal. Lantunan Syiir Tanpo Waton yang dikumandangkan KH Nizom Asshofa menghipnotis puluhan ribu jamaah yang menghadiri peringatan 1000 hari wafatnya KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, di Tebuireng Jombang, Kamis malam (27/8).

Syiir Tanpo Waton Hipnotis Puluhan Ribu Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Syiir Tanpo Waton Hipnotis Puluhan Ribu Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Syiir Tanpo Waton Hipnotis Puluhan Ribu Jamaah

Syiir tanpo waton menutup kegiatan pengajian yang dihelat di areal makam Gus Dur yang menghadirkan mantan Menteri Agama Prof Tholhah Hasan, dan KH Maimun Zubair yang dihadiri sekitar 20 hingga 25 ribu jamaah.

Suara Gus Nizom yang memang terdengar sangat mirip dengan suara Al Marhum Gus Dur seakan sosok cucu pendiri NU, KH Hasyim Asyari yang dikenal dekat dengan beragai kalangan dan masyarakat kecil ini turut hadir ditengah tengah jamaah.

IPNU Tegal

”Suaranya memang sangat mirip dengan Gus Dur, padahal beliau masih sangat muda,” kata Yusuf salah satu wartawan yang tepat di depan podium.

IPNU Tegal

Gus Nizom, tampil dengan didampingi sekitar 20 pengikutnya dengan berpakain hitam dan berambut gondrong. Sementara para jamaah larut dengan lantunan lantunan syiir yang dikenal dengan Syiir Gus Dur.

Peringatan 1000 hari wafatnya presiden RI ke-4, kemarin terlihat sangat meriah, sejaka siang ribuan jamaah sudah terlihat memasuki kawasan pondok pesantren Tebuireng Jombang. Kondisi ini semakin padat ketika dimulai acara tahlil. 

Setidaknya 20 ribu orang memadati Pesantren Tebuireng. Membludaknya jamaah membuat banyak pengunjung tak bisa masuk ke areal pondok dan tertahan diluar pagar. 

"Panitia hanya memperkirakan dihadiri sekitar 10 ribu orang, tapi melihat seperti ini bisa lebih 20 ribu orang,’’ kata Lukman Hakim ketua panitia pelaksana.

Saking padatnya pengunjung, jalan raya yang berada di depan pondok sampai harus ditutup. Sementara arus kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif. Pengunjung memang mulai berdatangan dengan berbagai cara. Ada yang berjalan kaki, mengendarai motor, mobil, bus serta kereta kelinci. Tak heran ketika jelang Magrib area parkir sudah penuh dengan kendaraan. Padahal acara baru dimulai setelah salat Isya.

Pukul 19.00, WIB jarak satu kilometer dari Tebuireng, jalan raya sudah padat merayap. Di kanan kiri jalan berderet mobil parkir. Nah, begitu memasuki gerbang Tebuireng, pengunjung sudah berdesak-desakan. Bahkan, di pintu gerbang utara, sejumlah petugas keamanan terpaksa menghalau para pengunjung. Pasalnya, area di sekitar makam Gus Dur sudah sesak pengunjung. 

"Maaf jangan masuk ke area makam. Karena pengunjung sudah penuh sesak. Sekali lagi, harap kembali lagi,’’ kata Djamaludin Karim Wakil Komandan Satkorcab Banser Jombang yang mengatur di pintu masuk gerbang pondok pesantren.

Redaktur    : Hamzah Sahal

Kontributor : Muslimin Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pemurnian Aqidah IPNU Tegal

Kamis, 01 Maret 2018

Semangat Kebangsaan Ulama Thariqah

Oleh Mohamad Muzamil

Sebagai umat Islam kita patut bersyukur atas terselenggaranya Konferensi Internasional Bela Negara yang diselenggarakan Jamiyyah Ahlith Thariqah al-Muktabaroh al-Nahdliyah (Jatman) bekerja sama dengan Kementerian pertahanan RI tanggal 27-29 Juli di Pekalongan. Konferensi yang dihadiri ulama thariqah dari 40 Negara tersebut menghasilkan 15 poin kesepakatan penting, agar umat Islam dan segenap komponen bangsa di dunia ini mencintai negaranya masing-masing serta mendorong terwujudnya kerja sama internasional dalam mewujudkan perdamaian, keadilan dan kemakmuran.

Semangat Kebangsaan Ulama Thariqah (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Kebangsaan Ulama Thariqah (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Kebangsaan Ulama Thariqah

Kesepakatan dalam konferensi internasional tersebut mencerminkan kedalaman dan keluasan serta pengamalan ilmu yang dimiliki ulama thariqah. Ulama thariqah bukan semata-mata menguasai ilmu tasawuf semata namun juga mengusai ilmu tauhid dan syariah secara lengkap serta menguasai ilmu-ilmu untuk kemaslahatan hidup di dunia dan akhirat.

Dengan demikian ulama thariqah adalah kumpulan orang-orang yang muwahid (memahami dan mengamalkan tauhid), faqih (memahami dan mengamalkan syariah) dan shufi (memahami dan mengamalkan al-ihsan). Mereka termasuk orang-orang yang selalu beriman dan bertaqwa kepada Allah, menebarkan semua kebahagiaan dan kebaikan dalam kehidupan di dunia ini dan akhirat kelak.

IPNU Tegal

Mereka termasuk orang-orang pilihan Allah yang dikehendaki-Nya diberikan ilmu, hikmah dan keutamaan-keutamaan serta istiqomah dalam ibadah dan kebaikan. Mereka sama sekali tidak menaruh syak wasangka kepada siapa pun utamanya kepada orang-orang yang belum mendapat petunjuk sekalipun. Justru para ulama tersebut memiliki rasa kasih sayang yang besar kepada umat sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wasalam mencintai umat manusia.

IPNU Tegal

Mereka selalu berikhtiar dan mendoakan kepada semua umat manusia di dunia ini agar mendapatkan hidayah, keadilan dan kemakmuran dalam kehidupannya.

Dalam menjalankan amar maruf nahi munkar (memerintahkan kebaikan dan mencegah keburukan), mereka melakukannya dengan hikmah, kearifan dan tanpa tindakan kekerasan. Mereka tidak memiliki kepentingan pribadi kecuali semata-mata mengharap ridha Allah Taala.? Mereka selalu berbuat baik kepada siapa pun sebagaimana Rasulullah dan para sahabatnya serta para al-salaf al-shalih melakukannya dalam sejarah yang telah lampau.

Para ulama thariqah selalu berprasangka baik kepada siapa pun. Jika mereka melihat orang yang lebih tua maka mereka beranggapan bahwa orang yang lebih tua itu telah memiliki amal kebaikan yang sangat banyak. Sedangkan jika mereka melihat orang yang lebih muda maka mereka menganggap bahwa yang masih muda belum memiliki dosa dan kesalahan yang banyak. Hal ini menjadi karakter yang luar biasa dari ulama thariqah karena diilhami sultan auliya Syekh Abdul Qadir al-Jailani radliyallahu anh. Pernah suatu ketika Syekh Abdul Qadir al-Jailani pulang dari shalat jamaah di masjid. Dalam perjalanan ia bertemu seorang pemuda yang sedang dalam kondisi mabuk karena minuman keras. Waktu itu dalam hati Syekh Abdul Qadir al-Jailani terlintas dalam pikirannya (tidak dikatakan): "Pemuda kok mabuk-mabukan". Alangkah terkejutnya Syekh Abdul Qadir al-Jailani, pemuda itu mengatakan dengan lantangnya: "Hai Syekh, anda ditakdirkan Allah termasuk orang yang al-alim al-allamah dan rajin beribadah. Bagaimana jika anda ditakdirkan Allah seperti saya yang pemabuk ini?" Seketika itu pula Syekh Abdul Qadir menangis mohon ampun kepada Allah Taala.

Semangat Kebangsaan

Semangat kebangsaan para ulama thariqah diilhami dari semangat Rasulullah dalam mencintai umatnya. Karena begitu besar rasa cinta Rasulullah kepada umat atau bangsanya, Rasulullah tidak ingin adanya pertumpahan darah yang akan memakan korban akibat ancaman dan perilaku keras orang-orang kafir Quraisy. Berdasarkan wahyu dari Allah, Rasulullah memerintahkan kepada umatnya untuk hijrah ke Habasyah. Setelah itu diperintahkan untuk hijrah ke Yatsrib atau Madinah.

Hijrah Rasulullah dan para sahabatnya ke Madinah bukan untuk menjajah sebagaimana orang-orang imperialis, tetapi untuk melaksanakan perintah Allah dan adanya pertolongan dari penduduk Madinah yang disebut kaum Anshar. Rasulullah dan para sahabatnya (kaum muhajirin) dapat hidup rukun dan bekerjasama dalam membentuk peradaban baru yang damai atas dasar nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Taala.

Kaum muhajirin bukan hanya bekerjasama dengan kaum anshar yang muslim tetapi juga kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani di Madinah. Mereka saling memperkuat satu sama lainnya dan membentuk pertahanan yang kokoh di Madinah dari serangan musuh. Ini lah contoh sebuah peradaban yang agung dan sangat mulia yang dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya.

Semangat cinta tanah air juga dilakukan para ulama di Nusantara ini sejak datangnya kaum penjajah. Hal ini misalnya dilakukan para Wali Songo pada abad ke-15 masehi dengan adanya perlawanan Raden Fatahillah kepada penjajah Portugis di Batavia, kemudian disusul perlawanan dari kesultanan yang ada di nusantara ini seperti Sultan Hasanudin, Sultan Agung Hanyukrokusumo, Sultan Ternate, Tidure dan sebagainya yang kesemuanya adalah atas bimbingan dan nasihat dari para ulama thariqah.

Setelah itu pada awal abad ke-19, muncul Pangeran Diponegoro dari kasultanan Mataram Yogyakarta, yang melakukan perlawanan kepada penjajah Belanda di tanah air pada tahun 1825-1830. Pangeran Diponegoro adalah termasuk pengamal thariqah Qadiriyah wa Naqsabandiyah. Kemudian perjuangan kemerdekaan Indonesia dilanjutkan oleh ulama thariqah seperti Syekh Yusuf almakasari, Syekhuna Mbah Kholil Bangkalan, Hadratus Syekh KH M Hasyim Asyari, Syekh Hasyim bin Yahya, Syekh KH Abdul Wahab Hasbullah, Syekh Subkhi Parakan, dan masih banyak lagi ulama thariqah hingga Indonesia dapat merdeka seperti sekarang ini.

Semangat dan cinta tanah air seperti ditunjukkan oleh para ulama thariqah tersebutlah yang harus diwarisi oleh generasi sekarang dan mendatang, guna mewujudkan perdamaian dan keadilan seluruh umat manusia. Wallahu alam.

Mohamad Muzamil, pernah tabarukan di Pesantren Al-Fattah Setinggil, Al-Istiqomah Kembangan, dan Futuhiyah Mranggen, Demak.



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Halaqoh, Syariah IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock