Pamekasan, IPNU Tegal Pemerintah Kabupaten Pamekasan memberi santunan kepada guru ngaji tiap tahunnya. Bahkan, anggaran bantuan tersebut mencapai Rp 1,5 miliar. Kendati demikian, pemerintah didesak untuk serius melakukan pendataan terhadap identitas guru ngaji.
Pasalnya, guru ngaji yang selama ini mendapat bantuan, tak sedikit yang menimbulkan tanda tanya. "Tanda tanya tersebut timbul karena pada pencairan bantuan guru ngaji, baru-baru ini ternyata tak sedikit yang dari pemuda dengan rambut pirang, gondrong, dan beranting," ungkap salah seorang tokoh pemuda NU Pamekasan, Adib Madzkur kepada IPNU Tegal, Selasa (22/10).
| Santunan untuk Guru Ngaji Diharap Tepat Sasaran (Sumber Gambar : Nu Online) |
Santunan untuk "Guru Ngaji" Diharap Tepat Sasaran
Pihaknya menilai, guru ngaji itu tidak hanya diukur dari kemampuannya dalam membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, juga bisa memberikan teladan dalam bersikap maupun berpenampilan.IPNU Tegal
"Terlepas dari itu, guru ngaji di kabupaten yang menerapkan Perda Syariat ini, perlu untuk diadakan pelatihan supaya santri yang mengaji betul-betul maksimal. Kalau tidak, maka kami khawatir santrinya akan jadi brandalan semua," tukasnya.Sementara itu, salah seorang Pengurus Cabang NU Pamekasan Salman Al-Farisi menyatakan, sangat mendukung gagasan Adib Madzkur. Mantan Ketua Umum PC IPNU Pamekasan ini menilai, guru ngaji itu merupakan salah satu cermin keagamaan yang harus menjadi teladan baik bagi pemuda dan masyarakat secara keseluruhan. (Hairul Anam)
IPNU Tegal
Dari Nu Online: nu.or.idIPNU Tegal Daerah IPNU Tegal

EmoticonEmoticon