Jumat, 26 Mei 2017

Koperasi Hadapi Tantangan Berat pada Perdagangan Bebas

Jakarta, IPNU Tegal. Berkembangnya perjanjian perdagangan bebas seperti CAFTA dengan China dan segera menyusul dengan sejumlah negara lainnya seperti India, Eropa dan Australia menjadi tantangan berat bagi koperasi agar tetap bisa eksis.



Koperasi Hadapi Tantangan Berat pada Perdagangan Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)
Koperasi Hadapi Tantangan Berat pada Perdagangan Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)

Koperasi Hadapi Tantangan Berat pada Perdagangan Bebas

Sekretaris Induk Koperasi An Nisa (Inkopan), Anna Muawanah menyatakan perlunya dukungan dari pemerintah untuk peningkatan kapasitas koperasi dalam penghadapi persaingan bebas ini.

“Saatnya pemerintah meningkatkan komitmen dan pemihakan dalam pembangunan ekonomi dengan mendorong koperasi agar mampu mandiri dan bertahan dalam waktu yang panjang,” katanya dalam konsolidasi nasional koperasi An Nisa di Jakarta, (6/4).

IPNU Tegal

Berbagai permasalahan yang dihadapi koperasi diantaranya meliputi persoalan kelembagaan dan administrasi keorganisasian, profesionalisme manajemen, permodalan serta rendahnya akses pemasaran seperti dalam sektor agrobisnis, agroindustri dan kerajinan.

IPNU Tegal

Karena itu beberapa hal yang yang diperlukan oleh koperasi untuk meningkatkan daya saingnya adalah kemudahan pembiayaan, akses informasi yang lebih baik serta bantuan praktek ketrampilan.

Induk koepasi An Nisa yang merupakan perangkat layanan Muslimat NU dalam bidang ekonomi saat ini telah memiliki 10 pusat koperasi di tingkat propinsi dan 23 lainnya sedang dalam rintisan. Sementara itu koperasi primer yang dimiliki saat ini telah mencapai 140 di tingkat kabupaten/kota dari Sabang sampai Merauke.

“Rintisan primer juga sedang digalakkan terutama oleh pengurus Muslimat NU di wilayah Kalimantan dan Timur Indonesia,” katanya.

Kerjasama Dana Bergulir



Pada kesempatan tersebut, juga ditandatangani perjanjian kerjasama antara Lembaga Pengelola Dan Bergulir (LPDB) kementerian Koperasi dan UKM dengan Inkopan. Kerjasama ini akan meliputi 8 puskop dan 100 primer yang siap memenuhi persyaratan untuk mendapat program dana bantuan bergulir.

Anna menjelaskan, terdapat dana 1.5 trilyun dari pemerintah berbunga 4.5 persen per tahun yang bisa dimanfaatkan oleh setiap koperasi An Nisa untuk peningkatan permodalan.

Ditambahkannya, Deputi Pengembangan SDM Kementerian Koperasi juga akan memberikan dukungan berupa pelatihan peningkatan kemampuan SDM dan manajerial bagi para pengurus koperasi An Nisa.

Hadir dalam pertemuan tersebut Menkop UKM Syarifuddin Hasan, Ketua Dekopin Nurdin Halid, Dirut LPDB KUKM Chirul Fadjar dan para pengurus pusat Muslimat NU. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Bahtsul Masail, Ahlussunnah IPNU Tegal

PonPes Darussalam Jatibarang. Koperasi Hadapi Tantangan Berat pada Perdagangan Bebas di PonPes Darussalam Jatibarang ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock