Boyolali, IPNU Tegal. Penyelenggaraan santunan anak yatim di Bantulan, Banyudono, Boyolali, Ahad (2/11) malam, terbilang unik. Usai mendapat santunan, anak-anak langsung menyerbu buah-buahan yang dikemas sedemikian rupa yang diletakkan di beberapa titik.
Anak-anak yang mayoritas masih berusia di bawah dua belas tahun itu larut dalam kegembiraan. Irfan salah satu dari mereka mengaku senang karena dapat memetik banyak buah. “Tadi dapat pepaya, pisang, dan kelapa muda,” ungkap bocah kelas V SD itu.
| Larut Dalam Kegembiraan, Anak-Anak Berebut Buah (Sumber Gambar : Nu Online) |
Larut Dalam Kegembiraan, Anak-Anak Berebut Buah
Panitia kegiatan santunan anak yatim Al-Amin, Reka mengatakan pada tahun ini sekitar 250 anak yang mendapatkan bantuan. Lebih lanjut dikatakan olehnya, bantuan itu akan diberikan secara rutin tiap bulan. “Pemberian kali ini hanya simbolis yang dilaksanakan rutin tiap malam 10 Suro,” terang Reka.IPNU Tegal
Sementara itu, dalam ceramahnya KH Amin Budi Harjono menerangkan keutamaan menyantuni anak yatim. “Sebuah keberuntungan besar, pada malam ini kita duduk bersama anak yatim dalam satu majelis yang penuh berkah, ditambah dengan memberikan santunan kepada mereka. Sebab, memberikan santunan kepada anak yatim itu setara dengan ibadah haji,” kata Kiai Amin di hadapan ribuan jamaah.Pengasuh pesantren Al-Ishlah Semarang itu menambahkan, menyantuni anak yatim merupakan salah satu bentuk pengamalan sunah Rasulullah saw.
IPNU Tegal
“Mengamalkan sunah rasul, ibarat tanah yang diguyur air hujan menjadi subur dan tumbuh tanaman. Hati kita apabila disirami cahaya akan menumbuhkan sifat dan akhlak yang baik,” tuturnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id
IPNU Tegal Aswaja, Pemurnian Aqidah, Syariah IPNU Tegal

EmoticonEmoticon