Minggu, 25 Desember 2016

Kalau Ingin Dikenang, Jadilah Penulis!

Sukoharjo, IPNU Tegal. Salah satu satu strategi para ulama dalam menyebarkan ajaran Islam adalah dengan tulisan. Karya-karya mereka dalam bentuk kitab kuning, dibaca dan dikaji generasi Islam di zaman berikutnya, sehingga ajaran tetap hidup sampai sekarang.

Hal itulah yang mendasari kegiatan Gerakan Santri Menulis (GSM) yang dihelat sejak 19 tahun yang lalu. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mencetak generasi santri Islam yang produktif dalam menulis.

Kalau Ingin Dikenang, Jadilah Penulis! (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalau Ingin Dikenang, Jadilah Penulis! (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalau Ingin Dikenang, Jadilah Penulis!

“Syiar Islam bisa dilakukan lewat tulisan Anda,” kata salah seorang pemateri GSM, A Zaini Bisri, di Sukoharjo, Jawa Tengah beberapa waktu lalu (16/7).

IPNU Tegal

Senada dengan Zaini, KH Mohammad Dian Nafi, pengasuh Pesantren Al Muayyad Windan, mengaku beruntung para santrinya mendapatkan pelatihan jurnalistik ini. “Pelatihan ini bisa mewujudkan spirit iqro’ dan meningkatkan kemampuan keilmuan santri,” ungkapnya.

IPNU Tegal

Di dalam acara pelatihan ini, santri mendapat banyak ilmu jurnalistik. Mulai dari motivasi menulis hingga teknik menulis berita semua dijelaskan oleh para ahlinya.

“Kalau kau ingin dikenang, jadilah penulis!” kata Kiai Dian di hadapan para peserta.

Peserta yang terdiri dari para santri dan mahasiswa di Solo dan sekitarnya itu mengikuti acara dengan antusias. Salah satunya Eko Rohmadi (22). Santri yang tengah kuliah di IAIN Surakarta itu mengaku tertantang untuk mulai berani menulis di media massa. Misalnya menulis artikel.

“Kalau kepikiran untuk menjadi jurnalis belum. Tapi saya tertantang menulis artikel,” ungkapnya.

Peserta lainnya, Aina Alyya (16) mengatakan, dia tidak sabar untuk mempraktikkan teori jurnalistik yang didapatkan pertama kalinya. Meski sempat sulit mencerna, tapi secara perlahan siswa Kelas XI IPA SMA Al-Muayyad Surakarta itu memahaminya.?

“Kalau tulis menulis ya sering. Tapi menulis berita atau artikel belum. Dari pelatihan ini, saya mengerti dan tertantang,” katanya.

Selama bulan Ramadhan, rencananya panitia akan mengadakan kegiatan Santri Menulis ini selama 10 hari di 10 Kota se-Jawa Tengah. Di Solo Raya, diselenggarakan di Pondok Pesantren Al Muayyad Windan Sukoharjo dan Pesantren Sunan Gunung Jati, Desa Gesing, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri.

Redaktur ? ? : Abdullah Alawi?

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal News, Kajian IPNU Tegal

PonPes Darussalam Jatibarang. Kalau Ingin Dikenang, Jadilah Penulis! di PonPes Darussalam Jatibarang ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock