Jakarta, IPNU Tegal. Puluhan kiai Nahdlatul Ulama bersepakat akan memerangi virus mematikan HIV dan AIDS. Selain dirusak secara fisik, penderita juga dipaksa menaggung beban psikis akibat pengasingan dari masyarakat.
Sikap ini terungkap dalam penandatanganan nota kesepakatan "Kiai NU Jihad Melawan AIDS" oleh puluhan kiai yang terdiri dari Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia, Rabu (12/9), di Gedung PBNU, Jakarta Pusat. Prosesi penandatanganan diawali oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.
| Kiai-Kiai NU Tandatangani Kesepakatan Jihad Lawan HIV/AIDS (Sumber Gambar : Nu Online) |
Kiai-Kiai NU Tandatangani Kesepakatan Jihad Lawan HIV/AIDS
Kesepakatan ini sekaligus menandai dimulainya Workshop Advokasi Pencegahan HIV/AIDS yang diadakan Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU), 12-14 September 2012. Peserta yang merupakan para kiai ini diharapkan partisipasinya dalam pencegahan HIV/AIDS serta pendampingan korban atas stigma dan diskriminasi oleh masyarakat.IPNU Tegal
Ketua PP LKNU Imam Rasjidi menyatakan, advokasi oleh ulama dinilai penting karena menyangkut kehidupan para korban tak bersalah. Kita memang akan berperang melawan HIV/AIDS, tetapi harus juga memperhatikan betapa banyak para pengidap bukan berasal dari penjaja seks bebas. Mereka di antaranya berasal dari istri-istri para lelaki penular atau anak-anak yang dilahirkan pasangan pengidap HI/AIDS.IPNU Tegal
"HIV/AIDS tidak hanya menyebabkan penyakit, tapi juga masalah sosial," paparnya.Redaktur: Mukafi Niam
Penulis : Mahbib Khoiron
Dari Nu Online: nu.or.id
IPNU Tegal Nasional, Pesantren, Aswaja IPNU Tegal

EmoticonEmoticon