Rembang, IPNU Tegal. Pengurus Cabang Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI) Lasem Kabupaten Rembang mensosialisasikan gerakan “Ayo Mondok”. Sosialisasi tersebut sebagai upaya program RMI Pusat dalam mempertahankan budaya pesantren dan NU.
Ketua Cabang RMI Lasem KH Marom Ali mengajak kepada pengurus NU dan ratusan kiai untuk turut mensosialisasikan gerakan tersebut kepada masyarakat. Tujuannya agar belajar di pondok pesantren menjadi minat anak-anak muda.
| RMI Lasem Perkuat Gerakan “Ayo Mondok” (Sumber Gambar : Nu Online) |
RMI Lasem Perkuat Gerakan “Ayo Mondok”
"Kami cukup prihatin dengan kondisi saat ini. Banyak sekali anak muda yang sudah tidak tertarik dengan pondok pesantren. Para orang tua pun sama, mereka lebih suka dengan sekolah umum, tanpa mempertimbangkan moral anaknya sendiri,” katanya pada halaqoh pelajar dan santri di Kantor Bersama PCNU Lasem di Jalan Bonang-Lasem Ahad pagi (27/9).IPNU Tegal
H Marom Ali menilai mulai saat ini jumlah santri di setiap pondok pesantren di Lasem mulai merosot. Karenanya semua pihak harus bergerak untuk menanamkan minat nyantri dari kota sampai pelosok.IPNU Tegal
Tradisi mondok di yang sudah berjalan beratus-ratus tahun harus terus diperkuat karena di pondok pesantren anak muda bisa terjaga ilmu dan moralnya.Ia berharap, program “Ayo Mondok” yang dicanangkan RMI Lasem mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, terutama pengurus Nahdlatul Ulama dari semua tingkatan, serta kiai-kiai dari pedesaan. (Ahmad Asmui/Abdullah Alawi)
Dari Nu Online: nu.or.id
IPNU Tegal Hikmah IPNU Tegal

EmoticonEmoticon