Suatu hari KH Masduqi Mahfudz (alm. Rais Syuriyah PBNU) diundang oleh kepala preman dan pencopet di Malang agar memberi pengajian di rumahnya.
Seusai pengajian, KH Masduqi Mahfudz bertanya kepada kepala preman itu.
| Sekularisme Lokal (Sumber Gambar : Nu Online) |
Sekularisme Lokal
“Sampeyan itu kan preman dan pencopet, kok ngundang saya untuk memberi pengajian?”IPNU Tegal
Sang preman menjelaskan:IPNU Tegal
“Begini kiai, walaupun saya ini preman dan pencopet, saya tetap ingin beribadah. Ngaji itu ibadah kiai, lha nyopet itu kerja. Ngaji ya ngaji kyai, kerja ya kerja. Jangan dicampur-campur!”Kiai Masduqi Mahfudz tertawa dengan keras ketika menceritakan peristiwa tersebut. Katanya, sang kepala preman dan pencopet itu telah menerapkan faham sekularisme meskipun tingkat lokal. (Muhammad Nuh)
Dari Nu Online: nu.or.id
IPNU Tegal Halaqoh IPNU Tegal

EmoticonEmoticon