Senin, 16 Oktober 2017

Kesan Ulama Afganistan Berkunjung ke Pesantren

Sleman, IPNU Tegal. Kunjungan 13 delegasi ulama Afganistan ke Pondok Pesantren Sunan Pandanaran di Dukuh Candi, Desa Ngaglik, Kecamatan Sardonoharjo, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (18/9) malam, mendapat sambutan meriah dari ribuan santri setempat.

Lantunan shalawat dan iringan musik rebana menggema saat rombongan baru saja turun dari bus. Di depan pintu gerbang, ratusan santri membentuk barisan pagar, menyapa para ulama yang berpakaian serba putih dengan rompi hitam dan penutup kepala khas Afganistan itu.

Kesan Ulama Afganistan Berkunjung ke Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesan Ulama Afganistan Berkunjung ke Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesan Ulama Afganistan Berkunjung ke Pesantren

Allahumma shalli ‘alam muhammad!” teriak satu dua orang di sela-sela kerumuman santri.

IPNU Tegal

Ucapan ini secara spontan disahut? ribuan santri dengan membaca shalawat lagi. Kompleks pesantren pun bergemuruh, “Allahumma shalli ‘alaih...!”

Pekikan shalawat ini berulang beberapa kali, mengiringi langkah rombongan delegasi menuju ke atas panggung. Dari arah panggung, ribuan santri berpakaian seragam tampak duduk bersila, menghampar di hadapan ulama Afganistan. Acara resmi dimulai setelah dua pembawa acara, masing-masing menggunakan bahasa Inggris dan Arab, membukanya dengan bacaan surat al-Fatihah.

IPNU Tegal

Ketua rombongan delegasi Dr Fazal Ghani mengatakan, pihaknya merasa kagum dengan cara pesantren menyambut kehadiran mereka. “Ini sungguh super sekali. Malam ini saya akan tidur dengan bahagia,” obrolnya bersama rekan satu bus dalam perjalanan pulang ke sebuah hotel di Yogyakarta.

Pembacaan asmaul husna oleh para santri menutup acara silaturahim ini. Ketika rombongan berpamitan ribuan santri antusias meminta salaman. Namun tak semua keinginan itu terpenuhi. Rombongan ulama hanya bersalaman dan menciumi ratusan santri yang berdiri dan berjajar hingga puluhan meter di bibir jalan.

Kesan kekaguman juga muncul dari peserta rombongan lain. Mereka seperti mendapat pengalaman baru pada kunjungan pertamanya ini, baik ke pesantren maupun Indonesia. “Ini sangat menakjubkan,” kata delegasi lain," Dr Muhammad Sulaiman Nassary.

Nasar Ahmad, peserta rombongan yang lain, menjelaskan bahwa ada sejumlah perbedaan antara madrasah di Afganistan dengan pesantren di Indonesia, antara lain dari segi materi. “Kalau pesantren nuansa pendidikan tasawufnya sangat kental, sementara di sana (Afganistan) kebanyakan fokus di bidang fiqih,” paparnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Nasional IPNU Tegal

PonPes Darussalam Jatibarang. Kesan Ulama Afganistan Berkunjung ke Pesantren di PonPes Darussalam Jatibarang ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock