Kamis, 02 Januari 2014

Gusdurian Semarang Peringati Hari Toleransi dengan Ziarah

Semarang, IPNU Tegal

Pemuda yang tergabung dalam Jaringan Gusdurian Kota Semarang bersama pegiat keberagaman kota setempat berkumpul di pelataran makam Bergota, Kamis (17/11). Mereka berziarah ke makam Mbah Sholeh Darat sebagai bagian agenda pembuka Pekan Hari Toleransi Internasional.

Mbah Sholeh Darat merupakan ulama kharismatik Semarang dan guru dari dua tokoh bangsa, KH Hasyim Asyari (pendiri Nahdlatul Ulama) dan KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah).

Gusdurian Semarang Peringati Hari Toleransi dengan Ziarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Semarang Peringati Hari Toleransi dengan Ziarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Semarang Peringati Hari Toleransi dengan Ziarah

Dari makam Mbah Sholeh Darat, rombongan yang terdiri dari Gusdurian, PMII Kota Semarang, KPS, Pelita, PPMI DK Semarang dan Permahi lalu melanjutkan ziarah ke taman makam pahlawan Giri Tunggal makam MGR Soegijapranata. Ikut serta dalam kegiatan ini Romo Aloys Budi Purnomo, Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang.

IPNU Tegal

"Adanya agenda ini untuk memelihara toleransi di Indonesia yang kian mendapat tantangan. Semoga Bhinneka Tunggal Ika tetap terjaga," ujar Subhan, koordinator Jaringan Gusdurian Semarang setelah doa dan tabur bunga.

IPNU Tegal

Menurutnya, peringatan hari toleransi tahun ini ironis karena dibarengi dengan beberapa tragedi intoleran di beberapa daerah, yang paling menyayat hati adalah wafatnya Intan yang menjadi korban ledakan bom di Samarinda.

“Semoga benih-benih perdamaian dan kerukunan melalui perjumpaan seperti ini terus mewarnai dan menandai kesejukan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika," tambah Romo Budi.

Setelah ziarah, pekan peringatan hari toleransi internasional dilanjutkan dengan diskusi dan nonton film tentang keberagaman, aksi damai, dan deklarasi pada Jumat-Sabtu (18-19/11). Subhan, koordinator aksi, berharap hari toleransi internasional yang ditetapkan PBB sejak 16 November hendaknya jadi titik balik merefleksikan warga Indonesia terhadap keberagaman.

“Pemerintah harus melindungi, menghormati, memenuhi hak asasi manusia sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika,” jelasnya. (Fahmi/Zulfa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pesantren IPNU Tegal

PonPes Darussalam Jatibarang. Gusdurian Semarang Peringati Hari Toleransi dengan Ziarah di PonPes Darussalam Jatibarang ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock