Minggu, 22 April 2007

Paderi, Embrio Gerakan Kelompok Radikal di Indonesia

Jakarta, IPNU Tegal. Gerakan Paderi abad lalu di Sumbar melahirkan bibit-bibit gerakan radikal yang menyebar hingga kini di sejumlah ormas seperti Komite Penegak Syariat Islam (KPSI) dengan warna lokal Sumbar, HTI, FPI, Salafi dan lainnya di Indonesia. Dalam melancarkan aksinya, mereka cenderung mengedepankan sikap radikal.

Paderi, Embrio Gerakan Kelompok Radikal di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Paderi, Embrio Gerakan Kelompok Radikal di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Paderi, Embrio Gerakan Kelompok Radikal di Indonesia

Demikian dikatakan Wasekjen PBNU H Abdul Munim DZ menanggapi penelitian Wakil Sekretaris PWNU Sumbar Zainal bertema “Islam Radikal di Sumbar Pascaorba, Kajian Historis Gerakan Ormas Islam Garis Keras” kepada IPNU Tegal di kantor PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Jumat (11/4) siang.

“Gerakan Paderi itu mengilhami aktivis penegak syariat Islam di Indonesia yang tegabung di dalam wadah HTI, Salafi, FPI, KPSI, dan lainnya. Setiap ormas garis keras itu memiliki cakupan sendiri. Ada lokal, nasional, juga bahkan trasnasional,” kata H Abdul Mun’im DZ.

IPNU Tegal

Mereka dengan berbagai cara mencapai maksudnya untuk menegakkan syariat Islam melalui struktural maupun kultural. Mereka menghendaki penerapan syariat Islam dalam perda-perda dan oleh masyarakat, kata Mun’im.

Dalam melakukan amar makruf dan nahi munkar, mereka tidak mengenal toleransi dan kompromi dengan pihak lain yang berseberangan dengan mereka. Mereka juga cenderung mengubah adat dan tradisi tasawuf yang berlaku di tengah masyarakat.

IPNU Tegal

Mereka ingin menghapus segala bentuk bidah, takhayul, dan khurafat di tengah masyarakat, sambung Mun’im. Sayangnya, mereka dalam melancarkan aksinya berjauhan dengan cara dakwah Rasulullah SAW. Mereka bahkan tidak segan-segan memakai cara kekerasan bahkan pembunuhan.

Gerakan Paderi berawal dari pulangnya tiga warga Sumbar dari ibadah haji. Mereka yang terpengaruh oleh perkembangan gerakan Syekh M Abdul Wahhab di Arab saat itu, mencoba menerapkannya di Indonesia.

“Dampak struktulanya, mereka menolak sistem negara kebangsaan seperti Indonesia sekarang ini,” tandas Mun’im. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Internasional IPNU Tegal

PonPes Darussalam Jatibarang. Paderi, Embrio Gerakan Kelompok Radikal di Indonesia di PonPes Darussalam Jatibarang ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock